1. MASA SELEKSI
Kitab- Kitab Induk yang Enam (Kutub As-Sittah)
Kitab- Kitab Induk yang Enam (Kutub As-Sittah)
2. MASA PENGEMBANGAN DAN PENYEMPURNAAN SISTEM PENYUSUNAN KITAB-KITAB HADITS
Masa seleksi atau penyaringan terjadi ketika pemerintahan
dinasti Bani Abbas, khususnya sejak masa Al-Makmun sampai dengan Al-Muktadir
(sekitar tahun 201-300 H). Munculnya periode seleksi ini karena pada periode
sebelumnya, yakni periode tadwin, para ulama belum berhasil memisahkan beberapa
hadits mauquf dan hadits maqtu’ dari hadits ma’ruf. Begitu pula halnya dengan
memisahkan beberapa hadits yang dhaif dari yang shahih. Bahkan, masih ada
hadits maudu’ yang tercampur pada hadits shahih.
Pada masa ini, para ulam bersungguh-sungguh mengadakan
penyaringan hadits yang diterimanya. Melalui kaidah-kaidah yang ditetapkannya,
mereka berhasil memisahkan hadits-hadits yang dhaif dari yang shahih dan
hadit-hadits yang mauquf dan yang maqtu’ dari yang ma’ruf, meskipun berdasarkan
penelitian berikutnya masih ditemukan terselipnya hadits yang dhaif pada
kitab-kitab shahih karya mereka.
Berkat keuletan dan keseriusan para ulama pada masa ini,
bermunculanlahkitab-kitab hadits yang hanya memuat hadits-hadits shahih.
Kitab-kitab tersebut pada perkembangannya dikenal dengan Kutub As-Sittah (kitab
induk yang enam).
Ulama pertama yang berhasil menyusun kitab tersebut
adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin
Bardizbah, yang terkenal dengan Imam Bukrori (194-252 H) dengan kitabnya
Al-Jami’ Ash-Shahih. Kemudian Abu Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Kusairi
An-Nasaiburi yang dikenal dengan Imam Muslim (204-261 H), dengan kitabnya
Al-Jami’ Ash-Shahih.
Usaha yang sama dilakukan pula oleh Abu Daud Sulaiman bin
Al-Asy’as bin Ishak As-Sijistani (202-275 H) yang menyusun As-Sunan Abu Daud,
Abu Isa Muhammad binIsa bin Surah At-Tirmidzi (200-279 H) yang menyusun
As-Sunan Tirmidzi, Au Abdul Ar-Rohman bin Suaid Ibn Bahr An-Nasa’I (215-302 H)
yang menyusun As-Sunan An-Nasa’i, dan Abu Abdillah binYazid Ibnu Majah (207-273
H) yang menyusun kitab As-Sunan Ibnu Majah. Kualitas As-Sunan berada di bawah
kitab karya Bukahari dan Muslim.
Setelah munculnya Kutub As-Sittah dan Al-Muwatha’-nya
Malik serta Al-Musnad-nya Ahmad Ibn Hambal, para ulam mengalihkan perhatiannya
untuk menyusun kitab-kitab Jawami, kitab syarah mukhtasar, men-tahrij, menyusun
kitab Athraf dan Jawaid serta menyusun kitab hadits untuk topik-topik tertentu.
Ulama yang masih melakukan penyusunan kitab hadits yang memuat hadits-hadits
shahih, di antaranya ialah Ibnu Hibban Al-Bisti (w. 354 H), Ibnu Huzaiman (w.
311 H), dan Al-Hakim An-Nasaburi.
Penyusunan kitab pada masa ini lebih mengarah kepada
usaha mengembangkan dengan beberapa variasi pentadwinan terhadap kitab-kitab
yang sudah ada, di antaranya dengan mengumpulkan isi kitab Shahih Bukhori dan
Muslim, seperti yang dilakukan oleh Muhammad Ibnu Abdillah Al-Jauzaqi dan Ibnu
Al-Farut (w. 414 H). mereka juga mengumpulkan isi kitab yang sama, seperti yang
dilakukanoleh Abdul Al-Haq Ibnu Abdul Ar-Rahman Asy-Syabili (terkenal dengan
Ibnu Al-Kharrat, w.583 H), Al-Fairu Az-Zabadi, dan Ibnu Al-Asir Al-Jazari. Ada
yang mengumpulkan kitab-kitab hadits mengenai hukum, mereka ialah Ad-Daruqutni,
Al-Baihaqi, Ibnu Daqiq Al-Ied, Ibnu Hajar Al-Asqolani, dan Ibnu Qudamah
Al-Maqdisi.
Masa perkembangan hadits yang disebut terakhir ini
berlangsung sangat lama, yaitu mulai abad keempat hijriah dan terus berlangsung
hingga beberapa abad berikutnya sampai abad kontemporer. Dengan demikian, masa
perkembangan ini melewati dua fase sejarah perkembangan Islam, yakni fase
pertengahan dan fase modern.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Terima Kasih Telah Berkunjung di Kitab Salaf Indonesia
Download Ebook Islami Gratis
Kalau ada keluhan silahkan hub kami di:
https://www.facebook.com/KitabSalafIndonesia
SMS ke : +6282300107333 Pin : 7D83F38A